-
FEB UNISLA Resmikan Kemitraan Strategis dengan PT Group Cemerlang Plastindo: Perluas Akses Magang, Riset, dan Karier Mahasiswa
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Lamongan (UNISLA) kembali mencatat tonggak penting dalam penguatan kolaborasi industri. Pada hari Rabu, FEB UNISLA secara resmi menandatangani perjanjian kerjasama strategis dengan PT Group Cemerlang Plastindo Sidoarjo, perusahaan manufaktur pallet plastik berstandar internasional yang tengah berkembang pesat di Indonesia Rabu,(26/11/2025). Kemitraan ini dituangkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara UNISLA dan perusahaan, serta Memorandum of Agreement (MoA) antara FEB UNISLA dan PT Group Cemerlang Plastindo. Penandatanganan dihadiri oleh Dekan FEB UNISLA Dr. H. Abid Muhtarom, SE., MSE., Koordinator Kerjasama FEB Dr. Agung Hirmantono, SE., M.Ak., serta Direktur Utama PT Group Cemerlang Plastindo, Bapak Trisnanto, yang sekaligus menjadi saksi kuatnya komitmen kedua pihak…
-
Unisla Masuk Klaster Utama Perguruan Tinggi 2026 Versi Kemdiktisaintek, Bukti Mutu dan Daya Saing Kampus NU
Universitas Islam Lamongan (UNISLA) kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah pendidikan tinggi nasional. Berdasarkan rilis resmi Kemendiktisaintek mengenai klasterisasi Perguruan Tinggi 2026, UNISLA berhasil masuk Klaster Utama, sejajar dengan sejumlah perguruan tinggi besar berbasis Nahdlatul Ulama (NU) di Indonesia. (21/11/2025) Dalam daftar yang disusun berdasarkan abjad, UNISLA bergabung bersama universitas-universitas ternama seperti Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang, Universitas Islam Malang, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Universitas Alma Ata, dan Universitas Wahid Hasyim. Pencapaian ini mengukuhkan UNISLA sebagai kampus dengan kinerja akademik, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Rektor UNISLA, Dr. H. Abdul Ghofur, SE., M.Si., menyampaikan apresiasinya atas capaian ini dan menegaskan bahwa prestasi tersebut merupakan…
-
Redenominasi Rupiah: Ujian Kedewasaan Ekonomi yang Harus Diwaspadai UMKM
Oleh: DR. Abid Muhtarom, SE., SPd., MSE (Dekan FEB Unisla) Wacana redenominasi rupiah kembali menempati ruang publik dan menjadi perbincangan serius di tengah dinamika ekonomi nasional. Kebijakan penyederhanaan nilai nominal rupiah yang juga dikaitkan dengan langkah Menteri Keuangan Purbaya ini bukan hanya isu teknis moneter, melainkan ujian kedewasaan ekonomi bangsa. Ketika pemerintah mendorong agenda besar ini, UMKM sektor yang selama ini menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dan penopang utama ekonomi rakyat harus bersiap, karena dampaknya langsung terasa dalam aktivitas harian mereka. Redenominasi sejatinya bukanlah kebijakan untuk mengubah nilai uang, melainkan memoles kembali citra rupiah agar lebih praktis, efisien, dan kompetitif. Penyederhanaan angka diharapkan membuat transaksi lebih mudah, mengurangi risiko salah…
-
Dr. Yenny Vera Febriyanti Raih Gelar Doktor di Universitas Sebelas Maret dengan Disertasi tentang Tekanan Stakeholder dan Emisi Karbon Perusahaan
Program Doktor Ilmu Ekonomi, minat utama Akuntansi, Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali melahirkan doktor baru yang berprestasi. Yenny Vera Febriyanti, S.E., M.Akt., resmi meraih gelar Doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul โTekanan Stakeholder dan Pengungkapan Emisi Karbon: Peran Kesadaran Rendah Karbonat Pemimpin Perusahaanโ dalam ujian terbuka promosi doktor yang digelar di kampus UNS, Surakarta Rabu(12/11/2025). Ujian terbuka yang berlangsung khidmat dan ilmiah ini menghadirkan jajaran akademisi terkemuka sebagai tim promotor dan dewan penguji. Tim promotor terdiri dari tiga pembimbing utama, yakni Prof. Doddy Setiawan sebagai Promotor, Dr. Sri Hartoko sebagai Ko-Promotor I, dan Ari Kuncara, Ph.D. sebagai Ko-Promotor II. Ketiganya memberikan bimbingan intensif dan arahan ilmiah selama proses penyusunan…
-
Menjalin Sinergi Akademik: FEB UNISLA Mantapkan Kolaborasi dan Penguatan Kurikulum OBE di Pascasarjana UNAIR
Dalam upaya memperkuat pelaksanaan tridarma perguruan tinggi dan memastikan relevansi kurikulum dengan kebutuhan zaman, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Lamongan (UNISLA) kembali menunjukkan komitmen seriusnya terhadap peningkatan mutu akademik melalui kegiatan penjebatan Memorandum of Agreement (MOA) dan pemantapan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Kegiatan yang berlangsung di Gedung Pascasarjana Universitas Airlangga (UNAIR) Senin,(10/11/2025)tersebut menghadirkan narasumber utama Dr. Wahyu Aditama Putra Mukti Wibawa, S.E., M.Si., selaku Kepala Program Studi Magister Ekonomi Kesehatan Sekolah Pascasarjana UNAIR. Acara ini dihadiri langsung oleh Dekan FEB UNISLA, Dr. Abid Muhtarom, S.E., M.S.E., didampingi oleh Wakil Dekan I, Dr. Muhammad Yaskun, M.M., dan Wakil Dekan III, Dr. Fitri Nurjanah, M.Ak. Kehadiran jajaran pimpinan fakultas…
-
Menambang Emas Tanpa Cangkul: Harta Karun Bernama Pasar Modal Indonesia
Oleh: Dr. Agung Hirmantono, SE., M.Ak. (Dosen Akuntansi FEB UNISLA) Kalau dulu orang berburu harta karun harus menyelam ke dasar laut, membawa peta tua dan kompas berkarat, kini harta karun itu sudah pindah tempat bukan di bawah ombak biru, tapi di layar ponsel Anda. Namanya Pasar Modal Indonesia. Di sanalah uang mengalir setiap hari hingga triliunan rupiah, berpindah tangan antara investor, emiten, dan perusahaan-perusahaan besar yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bayangkan, lebih dari 900 perusahaan terbuka (Tbk) yang bergerak di berbagai sektorโdari energi, pangan, hingga teknologi saling berlomba mencari modal dan kepercayaan publik. Sementara itu, jutaan investor dari seluruh pelosok negeri…
-
Menghubungkan Teknologi Informasi untuk Membantu UMKM Mencapai Tujuan
Oleh: Dr. Lilik Nurcholidah, S.E., M.M. (Dosen Pascasarjana Magister Manajemen FEB UNISLA) Kemajuan teknologi informasi telah menjadi pendorong utama perubahan besar dalam dunia bisnis modern. Setiap aspek kehidupan ekonomi kini terhubung oleh jaringan digital yang memungkinkan proses bisnis berjalan lebih cepat, efisien, dan akurat. Di tengah derasnya arus transformasi digital ini, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peluang besar untuk memanfaatkan teknologi sebagai sarana memperluas pasar, mengoptimalkan operasional, serta meningkatkan daya saing. Namun, peluang besar ini juga menuntut kesiapan, pengetahuan, dan keberanian pelaku UMKM untuk beradaptasi dengan era digital yang penuh dinamika. Teknologi informasi tidak lagi sekadar alat bantu administratif, tetapi telah menjadi tulang punggung dalam pengambilan keputusan strategis.…
-
Menghitung Lebih dari Uang: Akuntansi untuk Keselamatan dan Kesehatan Pekerja
Oleh: Dr. Abidah Dwi Rahmi Satiti, S.Pd., M.Pd.*Dosen Prodi Akuntansi FEB UNISLA* Lamongan, KabarOne News.com-Saat kita membayangkan keselamatan kerja, yang terlintas di kepala mungkin alat pelindung diri, pelatihan evakuasi, atau petugas K3 yang sigap. Namun, ada satu aspek penting yang sering tak terlihat tetapi memegang peran besar dalam keberlangsungan program keselamatan dan kesehatan kerja (K3) Akuntansi bukan hanya tentang laporan keuangan atau penghitungan laba rugi. Di balik layar, akuntansi menjadi sistem pendukung yang memungkinkan program K3 berjalan secara terstruktur, efisien, dan terukur. Program ini mulai dari merancang anggaran pelatihan keselamatan, mencatat biaya pengadaan alat pelindung diri, hingga menghitung kerugian akibat kecelakaan kerja, yang mana semua membutuhkan pendekatan akuntansi yang tepat.…
-
โBanjir Produk Asing, UMKM Indonesia: Siap atau Tersingkir?โ
Oleh: Dr. H. Abid Muhtarom, S.E., M.S.E (Dekan FEB UNISLA dan wakil ketua dewan pengupahan kabupaten Lamongan) Lamongan, KabarOne News.com-Buka aplikasi belanja online atau kunjungi pusat perbelanjaan, dan Anda akan melihat fakta yang sama: mayoritas produk yang tersedia bukan buatan anak bangsa. Barang-barang dari Tiongkok, Amerika, Rusia, Vietnam, bahkan negara Eropa kini membanjiri pasar Indonesia. Dahulu, impor produk harus melewati jalur distribusi yang panjang, sehingga ada waktu dan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk bersaing. Kini, berkat e-commerce dan kemudahan impor, produsen asing bisa menjual langsung ke konsumen Indonesia tanpa harus memiliki gudang atau pabrik di sini. Barang sampai dengan cepat, harga murah, dan promosi agresif. Fenomena ini memang memanjakan…



















