-
Pendaftaran Mahasiswa Baru FEB UNISLA Resmi Dibuka
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Lamongan (UNISLA) resmi membuka pendaftaran mahasiswa baru. FEB UNISLA menawarkan beberapa program studi, yaitu S1 Manajemen, S1 Akuntansi, dan S2 Manajemen. Dengan dukungan dosen profesional dan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, FEB UNISLA siap mencetak lulusan yang unggul dan berdaya saing. Informasi pendaftaran dapat diperoleh melalui website resmi UNISLA atau dengan datang langsung ke kampus.
-
Ketika Dosen Tak Cukup Hanya Mengejar: Pentingnya Jiwa Marketing di Kampus
Perubahan dunia pendidikan tinggi hari ini terjadi jauh lebih cepat dibandingkan kesiapan banyak kampus dalam meresponsnya. Jika dulu perguruan tinggi bisa berjalan dengan pola lama mengajar, meneliti, dan mengabdi kepada masyarakat kini realitasnya jauh lebih kompleks. Tridarma tetap penting, tetapi tidak lagi cukup. Kampus dan dosen dituntut beradaptasi dengan cara berpikir baru agar tetap relevan dan bertahan.Salah satu kenyataan yang sering dihindari untuk dibicarakan adalah soal mahasiswa. Program studi tanpa mahasiswa bukan sekadar masalah akademik, tetapi masalah keberlangsungan. Tidak ada kelas, tidak ada dinamika pembelajaran, dan pada akhirnya tidak ada ruang bagi dosen untuk menjalankan perannya secara utuh. Dalam kondisi tertentu, dosen harus menghadapi pilihan sulit: pindah program studi atau…
-
UMKM Tidak Harus Viral: Kunci Bertahan Ada pada Repeat Order
Oleh: Dr. H. Abid Muhtarom, SE., SPd., MSE(Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNISLA) Di era digital hari ini, keberhasilan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sering kali diukur dari seberapa viral produk tersebut di media sosial. Video dengan jutaan penonton, antrean panjang karena rekomendasi influencer, hingga lonjakan pesanan dalam waktu singkat kerap dianggap sebagai simbol kesuksesan. Namun, di balik euforia viralitas itu, terdapat pertanyaan mendasar yang sering luput dibahas: apakah UMKM benar-benar membutuhkan viralitas untuk bertahan dan berkembang? Realitas di lapangan menunjukkan bahwa viral tidak selalu identik dengan keberlanjutan. Banyak UMKM yang sempat melejit karena viral, tetapi kemudian redup karena tidak mampu menjaga kualitas, konsistensi, dan hubungan jangka panjang dengan…
-
Rupiah Tertekan, UMKM Tertatih, dan Tantangan Fiskal Nasional di Tengah Overload AI dan Crypto
Oleh: Dr. H. Abid Muhtarom, SE., SPd., MSEDekan FEB Universitas Islam Lamongan Menjelang akhir 2026, tekanan terhadap perekonomian nasional kian terasa nyata. Salah satu indikator yang paling mencolok adalah nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang diperkirakan menembus angka Rp17.500 per dolar. Angka ini bukan sekadar statistik moneter, melainkan sinyal keras bahwa fondasi ekonomi nasional sedang diuji secara serius oleh dinamika global, kebijakan domestik, serta perubahan struktural yang belum sepenuhnya direspons dengan tepat. Ketika rupiah melemah, beban inflasi meningkat, biaya produksi naik, dan daya beli masyarakat tergerus, terutama pada kelompok menengah ke bawah dan pelaku UMKM.Di saat yang sama, dunia tengah memasuki fase baru yang ditandai dengan ledakan kecerdasan…
-
FGD dan Ngobrol Santai FAME–FEB UNISLA: Penguatan Tridarma dan Kolaborasi Akreditasi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Lamongan (UNISLA) menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dan ngobrol santai bersama Forum Akuntan Manajemen Indonesia (FAME) Rabu,(07/01/2025). Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk berbagi gagasan, pengalaman, serta memperkuat implementasi tridarma perguruan tinggi dan kolaborasi akreditasi. Hadir sebagai tamu utama Ketua FAME DPW Jawa Timur, Dr. Eny Zuhrotin Nasyi’ah, SE., M.Ak., CPA, yang menyampaikan berbagai wawasan praktis terkait pengembangan kapasitas dosen, peningkatan kualitas pembelajaran, serta strategi penguatan penelitian dan pengabdian masyarakat. Kegiatan ini juga menghadirkan Dr. Ana Sopanah S, SE., M.Si., Ak., CA., CMA, Direktur PT. RAD Indonesia sekaligus Sekretaris Jenderal FAME Indonesia. Dalam paparannya, ia membagikan trik dan tips pengelolaan tridarma perguruan…
-
Ketika Dosen Tak Cukup Hanya Mengejar: Pentingnya Jiwa Marketing di Kampus
Perubahan dunia pendidikan tinggi hari ini terjadi jauh lebih cepat dibandingkan kesiapan banyak kampus dalam meresponsnya. Jika dulu perguruan tinggi bisa berjalan dengan pola lama mengajar, meneliti, dan mengabdi kepada masyarakat kini realitasnya jauh lebih kompleks. Tridarma tetap penting, tetapi tidak lagi cukup. Kampus dan dosen dituntut beradaptasi dengan cara berpikir baru agar tetap relevan dan bertahan.Salah satu kenyataan yang sering dihindari untuk dibicarakan adalah soal mahasiswa. Program studi tanpa mahasiswa bukan sekadar masalah akademik, tetapi masalah keberlangsungan. Tidak ada kelas, tidak ada dinamika pembelajaran, dan pada akhirnya tidak ada ruang bagi dosen untuk menjalankan perannya secara utuh. Dalam kondisi tertentu, dosen harus menghadapi pilihan sulit: pindah program studi atau…
-
2026 MELEDAK: Bisnis Tanpa AI, Tanpa ESG, Tanpa Ketahanan, Siap Tersingkir!
Oleh: DR.H.Abid Muhtarom,SE.,SPd.,MSE (Dekan FEB UNISLA / wakil dewan pengupahan kabupaten Lamongan) Tahun 2026 bukan tahun “normal”; ini tahun seleksi alam bagi organisasi dan individu yang masih nyaman dengan cara lama. Yang bertahan bukan yang paling besar, melainkan yang paling cepat beradaptasi mereka yang mampu memadukan kecerdasan buatan, pengelolaan data, tata kelola yang rapi, dan keberanian mengambil keputusan di tengah ketidakpastian. Pada titik ini, bekerja keras saja tidak cukup; yang menentukan adalah bekerja cerdas, terukur, dan bisa dipertanggungjawabkan. Di banyak sektor, perubahan paling tajam terjadi karena AI tidak lagi menjadi proyek sampingan, tetapi “mesin utama” yang menggerakkan pemasaran, operasi, layanan pelanggan, hingga keuangan. Organisasi yang dulu mengandalkan intuisi kini mulai…
-
MBG 2026: Menyiapkan Fondasi Kuat antara Harapan Gizi, UMKM dan Tantangan Implementasi
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto pada awal 2025 telah memasuki tahun pertamanya dengan berbagai dinamika menarik. Sebagai program prioritas nasional dengan anggaran mencapai Rp171 triliun, MBG tidak hanya menjadi solusi stunting, tetapi juga katalis penggerak ekonomi kerakyatan yang melibatkan jutaan UMKM, petani, nelayan, dan sektor perbankan. Namun, di balik pencapaian gemilang dalam menurunkan stunting dari 21,5% menjadi 19,8% dan menciptakan 290.000 lapangan kerja baru, kita tidak boleh menutup mata terhadap berbagai tantangan serius yang mengintai. Memasuki tahun 2026, momentum evaluasi dan konsolidasi menjadi krusial untuk memastikan program ini berkelanjutan dan memberikan dampak maksimal bagi generasi emas Indonesia. Pencapaian MBG dalam tahun pertama patut diapresiasi secara…


















